‘Dinar Dirham is Back!’ Festival Hari Pasaran berlanjut, di lingkungan kampus UGM Yogyakarta.
Begitu pasar dinyatakan dibuka, sekitar pukul 8.15 pagi, Ahad, 16 Agustus 09 lalu, seorang pemuda lajang, Faisol, segera menuju gerai Wakala Griya Dinar, untuk menukarkan sejumlah rupiahnya dengan enam koin Dirham perak. Sementara itu, Pak Giriyanto, Takmir Masjid Daruni’mah, warga kota Semarang yang kebetulan tengah melancong ke Yogya, membeli sehelai baju koko, seharga dua Dirham.
“Di Jogya ini memang lebih mantab. Semoga nanti di Semarang segera ada pasar semacam ini,” katanya berharap. Sekurangnya di kota Semarang koin Dinar dan Dirham telah beredar melalui Wakala Griya Dinar Semarang.
Pasar tersebut di atas adalah rangkaian dari Festival Hari Pasaran Dinar Dirham Nusantara, yang untuk pertama kalinya dilakukan di Kota Gudeg, Jogyakarta, sesudah sebelumnya berlangsung di Bandung. Tempatnya di koridor sebelah utara komplek masjid Solahuddin al Ayyubi, di lingkungan kampus, Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulak Sumur. Pasar Solahuddin ini dmotori oleh Griya Dinar Yogyakarta bekerjasama dengan JAWARA (Jaringan Wirausahawan Pengguna Dinar Dirham Nusantara, dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk BMT Jogjatama, Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid Yogya, Akur Optic, Pro-U Media, ParfumOnly serta STIE Hamfara.
Meski relatif kecil pasar ini cukup banyak mendatangkan pengunjung. Menurut Mas Mustofa, kordinator penyelengara yang hari itu juga ditunjuk sebagai Muhtasib pasar, di hari-hari terakhir sejumlah pedagang menyatakan berhalangan datang ke pasar. Jumlah pedagang yang akhirnya berpartisipasi hanya sekitar 20 orang. Mata dagangan yang dijajakan pun menjadi kurang lengkap, meski cukup beragam. Ada pakaian, makanan, herbal, buku-buku, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Sepasang sandal jepit bermotof batik khas Jogya dengan merk “Malioboro” dijual seharga 1/2 Dirham/pasang. Satu set yang terdiri atas dua bantal dan satu guling dipasarkan seharga 1 Dirham. Tas-tas dan baju batik dijual seharga 1-2 Dirham/potong. Sebotol Habbatussauda dihargai 1.5 Dirham. Tampak sejumlah pengunjung membeli barang-barang ini sesudah menukarkan rupiahnya dengan koin-koin Dirham.
Secara keseluruhan pasar Solahuddin al Ayyubi menghasilkan transaksi yang lumayan, tetapi sebagian bersar dilakukan dengan mata uang rupiah. Jumlah koin Dirham yang ditransaksikan hari itu adalah 35 Dirham (senilai sekitar Rp 971.000, dengan nilai tukar 1 Dirham = Rp 27.747) dan ada sekeping koin Dinar (senilai sekitar Rp 1.330.000).
Tentu saja ini awal yang sangat baik. Diharapkan di pasar-pasar berikutnya jumlah transaksi dalam Dinar dan Dirham akan semakin besar dengan semakin dikenalnya dua koin syar’i ini. (001)


